}

Jumat, 19 Juli 2013

Kereta yang Terinspirasi dari Alam

Jepang, termasuk Negara yang sangat maju dalam bidang tekhnologi telekomunikasi, permesinan dan robotika. Tidak perlu diherankan lagi, Negara Matahari Terbit ini dapat membuat teknologi transportasi yang sangat canggih.



Apakah sobat pernah mendengar nama Shinkansen?
Shinkansen dalam Bahasa Ingris berarti bullet train atau dalam Bahasa Indonesai berarti kereta peluru. 
Kereta ini  memiliki rute dari Tokyo ke Fukuoka dan dioprasikan oleh empat perusahaan yang terkabung dalam  Japan Railways.
Sebenarnya Shinkansen itu adalah nama jalur kereta cepat di Jepang, tetapi orang orang diluar Jepang sering mengartikan ke kereta apinya.
Faktanya, kereta api ini mampu melaju sampai kecepatan maksimal yaitu 300km/jam atau sekitar 83m/s. Kereta ini selain berkecepatan tinggi, juga memiliki kelebihan lain, yaitu Keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu
Terbukti tidak pernah ada kecelakaan fatal dari kereta yang satu ini dari pengoprasian pertamanya 40 tahun yang lalu (sudah mengangkut 6 miliar penumpang). Kereta ini juga memiliki teknologi pendeteksi gempa yang berguna untuk memberhentikan kereta jika terjadi gempa bumi.
Nah, sekarang sobat sudah tau kan apa itu Shinkansen?
Oke sebelum potingan ini berakhir, saya ingin berbagi fakta seputar Shinkansen.
 Perlu sobat ketahui desain kereta Shinkansen terinspirasi dari alam sekitar kita yaitu hewan, ada 2 hewan yang menjadi inspirasi desain dari Shinkansen yaitu burung hantu dan burung pekakak.

(O) Burung hantu Bagian bulu burung hantu dijadikan inspirasi karena, burung hantu memiliki bulu khusus yang memungkinkan mereka mengepakan sayap tampa menimbulkan suara (tidak berisik). Bulu utama mereka memiliki pinggiran kaku yang berguna untuk mengurangi kebisingan, sementara bulu - bulu lain memiliki pinggiran lunak yang membantu untuk mengurangi turbelensi (merupakan gerakan tidak beraturan atau berputar tidak beraturan akibat perbedaan tekenan udara atau perbedaan temperatur udara). Bulu ini menjadi inspirasi Shinkansen agar tidak berisik atau bising.



 
(O)  Burung pekakak Bagian paruh burung pekakak yang runcing diadaptasi Kereta Shinkansen karena, burung ini hanya dapan meluncur ke air (untuk memangsa ikan) dengan menimbulkan sedikt percikan. Masalah utama kereta yang melewati terowongan adalah suaranya yang bising ketika keluar dari terowongan. dengan mengadaptasi bentuk paruh pekakak, dapat meminimalisir pencemaran suara oleh karena suara berisik yang ditimbulkan kereta kerata biasa.



Video Preview :

1 komentar: