Jepang, termasuk Negara yang sangat maju dalam bidang
tekhnologi telekomunikasi, permesinan dan robotika. Tidak perlu diherankan
lagi, Negara Matahari Terbit ini dapat membuat teknologi transportasi yang
sangat canggih.
Apakah sobat pernah mendengar nama Shinkansen?
Shinkansen dalam Bahasa Ingris berarti bullet train
atau dalam Bahasa Indonesai berarti kereta peluru.
Kereta ini memiliki rute dari Tokyo ke Fukuoka dan
dioprasikan oleh empat perusahaan yang terkabung dalam Japan Railways.
Sebenarnya Shinkansen itu adalah nama jalur kereta cepat di
Jepang, tetapi orang orang diluar Jepang sering mengartikan ke kereta apinya.
Faktanya, kereta api ini mampu melaju sampai kecepatan
maksimal yaitu 300km/jam atau sekitar 83m/s. Kereta ini selain berkecepatan
tinggi, juga memiliki kelebihan lain, yaitu Keamanan, keselamatan, kenyamanan,
dan ketepatan waktu
Terbukti tidak pernah ada kecelakaan fatal dari kereta yang
satu ini dari pengoprasian pertamanya 40 tahun yang lalu (sudah mengangkut 6
miliar penumpang). Kereta ini juga memiliki teknologi pendeteksi gempa yang
berguna untuk memberhentikan kereta jika terjadi gempa bumi.
Nah, sekarang sobat sudah tau kan apa itu Shinkansen?
Oke sebelum potingan ini berakhir, saya ingin berbagi fakta
seputar Shinkansen.
Perlu sobat ketahui desain kereta Shinkansen
terinspirasi dari alam sekitar kita yaitu hewan, ada 2 hewan yang menjadi
inspirasi desain dari Shinkansen yaitu burung hantu dan burung pekakak.
(O) Burung hantu Bagian bulu burung hantu dijadikan inspirasi karena, burung
hantu memiliki bulu khusus yang memungkinkan mereka mengepakan sayap tampa
menimbulkan suara (tidak berisik). Bulu utama mereka memiliki pinggiran kaku
yang berguna untuk mengurangi kebisingan, sementara bulu - bulu lain memiliki
pinggiran lunak yang membantu untuk mengurangi turbelensi (merupakan gerakan
tidak beraturan atau berputar tidak beraturan akibat perbedaan tekenan udara
atau perbedaan temperatur udara). Bulu ini menjadi inspirasi Shinkansen agar
tidak berisik atau bising.
(O) Burung pekakak Bagian paruh burung pekakak yang runcing diadaptasi Kereta Shinkansen karena, burung ini hanya dapan meluncur ke air (untuk memangsa ikan) dengan menimbulkan sedikt percikan. Masalah utama kereta yang melewati terowongan adalah suaranya yang bising ketika keluar dari terowongan. dengan mengadaptasi bentuk paruh pekakak, dapat meminimalisir pencemaran suara oleh karena suara berisik yang ditimbulkan kereta kerata biasa.
Video Preview :





Good
BalasHapus